Yak! Setelah bertahun-tahun kanvas ini terdiam di pojokan
gudang, akhirnya pada hari kamis tanggal 29 Agustus 2013 mulai melepas masa
penantiannya. Peralatan pun telah disiapkan. Dimulai dari pensil, kertas
gambar, dan penghapus. Ternyata benar pepatah yang mengatakan “Orang yang gagal
adalah orang yang sama sekali tidak mau mencoba”, saudara-saudara. Awalnya
duluuuuu sekali, saya pikir kanvas yang dicoret pakai pensil tuh nggak bisa
dihapus, Ternyata SALAH BESARRRR! Bisa dihapus, saudara!
Langkah pertama, buka plastik pembungkusnya. Ohh ternyata
masih bagus dan bersih. Karena saya adalah seorang pemula yang sekedar ingin
memanfaatkan kanvas tersebut untuk memenuhi dinding kamar kos saya, maka saya
cukup dibuat bingung dengan “APA YANG HARUS SAYA GAMBAR?”. Bermenit-menit saya
memandangi sekeliling saya, mmmmm makin bingung. Lalu saya sambar HP saya, saya
buka foto-foto yang ada. Buka tutup folder berlangsung selama bermenit-menit.
Akhirnya pilihan saya jatuhkan pada empat buah gambar harimau, macan, jerapah,
dan beruang.
Langkah kedua, saya mencoba menggambar di kertas gambar dulu.
Setelah selesai dan dengan pertimbangan yang matang, saya jatuhkan pilihan saya
pada gambar harimau. Langkah ketiga, menuangkan coretan pada kanvas. Srettt
srettt sreeettt. Selesailah sket muka harimaunya. Perasaan saya mengatakan
kalau gambar ini aneh, dan sepertinya ini bukan gambar harimau, tapi anjing.
Oke! Ganti gambar. Dihapus. Pilihan selanjutnya saya jatuhkan pada gambar
beruang. Yak! Cukup lumayan.
Karena matahari sudah mau terbenam, saya putuskan untuk melanjutkannya esok
hari.
Jumat, 30 Agustus 2013. Langkah keempat, pewarnaan.
Alat-alatnya sudah disiapkan. Mulai dari pewarna, kuas, palet, tisu, air putih.
Untuk pertama kalinya saya mewarna di atas kanvas cukup membuat saya degdegan.
Mulai dari mewarnai anak-anak beruangnya dulu, beri coretan warna hitam, lalu
ditindih warna coklat, lalu diapa ya namanya, “Jlarit-jlarit” mungkin, entahlah
pokoknya itu dengan pegangan kuasnya yang di atas (yang bukan rambutnya).
Warnanya pake perasaan, dikira sudah cukup dan pas ya sudah. Dilanjutkan dengan
gambar ayah dan ibunya beruang.
Selesaaaaaai. Dan selanjutnya adalah masalah yang cukup
serius. Backgroundnya -..-. Saya benar-benar takut ini mau diwarna apa. Setelah
mencoba dan terus mencoba dengan mencampur warna hijau muda, hujau tua, biru,
dan cream apa emas, entahlah, maka didapatkan hasil background yang semacam
itu.
Langkah terakhir, menegaskan garis-garis dengan warna hitam. Good job!
Sebagai pemula, okelah
:3
