corat-coret (yesa-jeje.blogspot.com)

Kamis, 19 Juli 2012

Ciko :)




     Hari ini, 19 Juli 2012 Ciko pergi. Rasa lega bercampur kehilangan menjadi satu. Untuk pertama kalinya aku tak menangis saat kehilangan anjing. Mungkin karena rasa penyerahan kepada Tuhan yang mendominasi semua rasa ini.
     17 Juli 2012 aku merasa ada sesuatu yang tak beres dalam diri Ciko. Dia begitu pendiam, sangat pendiam.Walaupun memang Ciko pendiam, tapi diam kali ini sangat berbeda. Dia terlihat lemah. Makanan yang telah disiapkan hanya dimakannya sedikit. Dia lebih banyak tidur. Mukanya pun terlihat pucat. Saat aku mengobatinya, kulihat kulitnya ada yang menguning. Bau tubuhnya menjadi sedikit tak enak untuk dicium. Saat itu juga aku merasa cemas. Aku kasihan melihatnya.
     18 Juli 2012 kecemasanku semakin menguasaiku karena bau yang berasal dari tubuh Ciko semakin menyengat. Siangnya bersama bapak dan adik, Ciko dimandikan. Paling tidak sedikit menghilangkan bau tubuhnya. Ciko terlihat kurus, karena dia memang sudah tak nafsu makan. Perutnya kecil. Saat dimandikan biasanya dia berontak, namun saat itu dia hanya duduk lemas.
     Selesai dimandikan, Ciko ditempatkan di tempat hangat untuk mengeringkan tubuhnya. Dia hanya duduk, benarbenar hanya duduk. Biasanya dia berlari mencari tempat lapang untuk mengeringkan tubuhnya dengan cara “gulung-gulung” di tanah. Aku memandanginya. Matanya yang sayu menunjukkan betapa berat situasi yang dipikulnya saat ini.
     Ciko berusaha bangkit, namun dia begitu lemah. Dia hanya mampu berjalan dengan kedua kaki depannya. Kedua kaki belakangnya dan seluruh badannya Ia seret dengan kedua kaki depannya dengan sekuat tenaga yang Ia miliki. Dia benarbenar berada pada titik terlemah dalam hidupnya. Tak berselang lama Ciko jatuh. Untuk waktu yang lama dia terdiam dalam kejatuhannya itu. Suara tangis pun keluar dari mulutnya. Begitu menyayat hati.
     Seharian Ciko tak mau makan. Dia hanya tidur dan terkadang menangis. Dia lemah, begitu lemah.
Malamnya Ciko tetap tak mau makan, dan tak mau beranjak dari tempatnya. Dia lebih sering menangis saat itu. Dan saat itu juga aku mengikhlaskan kalau Ciko dipanggil Tuhan. Kondisinya begitu menyakitkan, umurnya pun juga telah mendukung kepergiannya.
     19 Juli 2012 Ciko pergi dengan tenang dalam usia +-8 tahun. Kami menyayangimu Ciko :*. Baik-baik disana ya. :’). Terimakasih untuk semua kenangan dan persahabatan ini ya Ciko.

(Ciko dimakamkan di depan rumah, bersebelahan dengan makam Panda)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar