corat-coret (yesa-jeje.blogspot.com)

Rabu, 25 Januari 2012

Gugker Band


GUGKER BAND adalah band anjing yang terbentuk awal Juli 2011. Band yang bergenre pop rock ini terdiri dari 4 personil: Ciko (vocal), Stepen (gitar), Panda (keyboard), dan Cebol (drum). Band ini digawangi oleh Panda (keyboard). Perkembangan band ini amatlah pesat, dalam satu minggu albumnya terjual satu milyar kopi. Angka yang begitu fantastis mengingat mereka adalah band pendatang baru dalam industri musik. Perkembangan yang begitu pesat mampu mencetak prestasi secara internasional, mampu mengalahkan Alvin n the chipmunks. Album pertamanya berjudul "PETPETPET" dengan 8 lagu di dalamnya: Semangat, Ayo Berpetualang, Menyanyi Bersama, Serang Dia, Kita Sahabat, Hentikan, Berlari, dan Berbagi.

Ciko (vocal)
suara yang begitu merdu, wajah yang begitu manis, dan pembawaannya yang tenang mampu memikat para GUGKI (fans GUGKER BAND). Kemampuannya dalam berolah vocal tak disangsikan lagi (ngebass). Ciko yang telah berusia empat tahun ini memiliki hobi tidur, berjemur, dan makan rumput. Makanan kesukaannya adalah ayam hasil perburuannya sendiri. Ciko adalah personil GUGKER BAND yang paling sulit beradaptasi dan bersosialisasi yang kadang membuatnya menjadi anjing yang begitu keras dan galak.

Stepen (gitar)
Badan jangkung yang dia miliki membuat dia menjadi personil GUGKER BAND yang paling tinggi diantara personil yang lain. Suara yang ia miliki sangat khas, 'cementing'. Hal yang paling ia takuti adalah mbahkong dari managernya. Hobi yang ia miliki adalah membongkar berbagai barang yang ia jumpai dan dengan sekuat tenaga dan kemampuannya membuat barang itu menjadi terbongkar (ngemah-emah). Hobi yang ia miliki adalah berpetualang. Makanan kesukaannya adalah tulang ayam. Dia adalah personil GUGKER BAND yang paling ramah dan mudah beradaptasi.


Panda (keyboard)
Jarinya yang begitu lucu membuatnya menjadi seekor pemain keyboard yang hebat. Dia adalah personil GUGKER BAND yang paling berisi karena hobi makan yang tak ada tandingannya. Dia tidak memiliki makanan favorit karena menurutnya semua makanan pada dasarnya enak. Hobinya adalah berpetualang, panjat tebing (baca: pagar), luluran. Hal yang paling dia takuti adalah suara petir, petasan, dan berbagai suara yang keras, serta air. Dia paling suka mengganggu personil GUGKER BAND yang lain. Dia personil GUGKER BAND yang paling jarang mandi.

Cebol (drum)
Dia adalah personil GUGKER BAND yang paling kalem. Tak heran jika dia menjadi bahan isengan bagi personil GUGKER BAND yang lain. Hobinya adalah berteduh. Dia sering mengikuti kemana Stepen (gitaris) pergi. Mereka berdua bagaikan amplop dan perangko. Dia tidak suka makan di rumah, dia lebih suka makan di luar. Badannya yang panjang membuat dia menjadi begitu lucu dan menggemaskan, rambutnya tajam. Badannya begitu lentur. Dia adalah personil GUGKER BAND yang tidak suka 'neko-neko'.

Itulah sekelumit profil para personil GUGKER BAND.

Menciptakan Dunia yang Damai dan Sejahtera

Ku merindukan Eden yang hilang
Dalam dunia yang penuh duka
Seulas senyum, sulit ku dapatkan
Kasih amatlah, langka ku temukan

Sepenggal syair lagu yang dinyayikan oleh Katty menggambarkan keadaan dunia saat ini. Memang, saat ini dunia sedang gawat, penuh dengan dosa. Keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan sulit untuk dicari.
Ketidakadilan yang dapat kita lihat berupa adanya peradilan yang tidak adil. Sesuatu yang benar menjadi terlihat salah, dan yang salah menjadi terlihat benar.
Ketidakdamaian yaitu demo terjadi disana-sini, perang pun berkecamuk, memakan banyak korban jiwa.
Ketidaksejahteraan yaitu banyak masyarakat kecil yang tidak dapat menikmati kesejahteraan karena adanya KKN, struktur kemasyarakatan yang egois.
Kita sebagai orang muda hendaknya tidak patah semangat dengan kondisi yang seperti ini. Malah kita harus terus berupaya untuk mengubah dunia ini menjadi lebih baik, menciptakan dunia yang damai dan sejahtera.
Memang banyak kendala yang akan kita hadapi untuk menciptakan dunia yang damai dan sejahtera. Seperti kata mutiara Be. Faustina “Tiap kesempurnaan berbeda sedikit, karena soal-soal kecil. Tak pernah dapat dibangun istana yang mewah, kalau kita membuang batu-batu yang kecil. Dari beberapa jiwa Tuhan minta kesempurnaan yang lebih besar. Karena itu Ia memberi kepada jiwa itu pengertian yang lebih tajam akan kekuarangan (I, 52)” kita bisa memulainya dari diri kita sendiri.
Kita memperlakukan orang lain dengan penuh kasih sekalipun ia adalah musuh kita. Seperti hukum kasih yang telah diajarkan oleh Yesus “Kasihilah sesamamu manusia seperti kau mengasihi dirimu sendiri”. Begitu pula seperti kata mutiara Be. Faustina “Yesus: “Cintailah semua orang demi cintamu kepadaKu. Biarpun orang itu adalah musuhmu yang paling besar. Dengan demikian hatimu akan memantulkan KerahimanKu dengan seluruh kepenuhannya!” (VI, 69)”
Dengan kasih kepada sesama, dunia tidak akan penuh dengan kebencian dan dendam. Menurut buku harian Be. Faustina “Karya Tuhan yang benar selalu saja mendapat halangan dan selalu ditandai dengan penderitaan. Kalau Tuhan merencanakan sesuatu, Ia akan melaksanakanNya pada waktu tertentu, biarpun ada banyak rintangan” Mungkin memang sulit dan banyak rintangan. Namun percayalah dengan menanamkan budaya kasih, kita bisa menciptakan suatu kedamaian dan kesejahteraan di dunia ini karena kita bekerjasama dengan Tuhan.
Maka dari itu dengan cara kita mengamalkan hukum kasih dan semangat mengampuni kita pasti bisa menciptakan dunia menjadi damai dan sejahtera.


Tuhan bentuklah aku anakMu
Menjadi garam dan terang dunia
Mengganti sedih dengan senyuman
Membagi kasih untuk sesama

Apakah kita mau bekerja bersama Tuhan, dibentuk Tuhan untuk menjadi garam dan terang dunia dalam berbuat kasih untuk menciptakan dunia damai dan sejahtera? Semua berawal dari diri kita sendiri.

pidato

Salam Damai Sejahtera
Bapak kepala sekolah dan Bapak/ Ibu guru yang saya hormati, beserta teman-teman dari kelas X- XII yang saya sayangi. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa. Karena atas berkat-Nya kita dapat berkumpul di tempat ini dengan sehat dan selamat. Lingkungan adalah tempat dimana kita tinggal. Oleh karena itu, pada kesempatan ini marilah kita bersama-sama menengok keadaan lingkungan di sekitar kita.
Lingkungan hidup di sekitar kita sekarang sudah banyak yang tercemar. Yang paling sering kita jumpai adalah sampah yang berserakan dimana-mana. Contoh yang dapat kita ambil adalah di lingkungan kelas. Sering dijumpai sampah bekas makanan, minuman, kertas, plastik, rautan, dan sebagainya yang dibuang di laci. Padahal di setiap kelas telah diberi tempat sampah untuk membuang sampah. Ditambah pula dengan piket kelas yang kadang tidak berjalan dengan baik, membuat keadaan menjadi lebih buruk.
Keadaan ini bila terus dilanjutkan akan berakibat buruk bagi lingkungan dan pasti juga bagi diri kita. Dari membuang sampah sembarangan akan membuat keadaan menjadi kumuh, kotor, ketidaknyamanan, penceraman, sarang penyakit, dan banjir.
Mencintai lingkungan hidup dimulai dari kesadaran dari diri sendiri. Tidak harus menunggu orang lain dulu yang melakukannya. Seharusnya kita tidak harus merasa malu jika harus memungut sampah yang tidak pada tempatnya. Dan dengan kesadaran yang tinggi akan pentingnya lingkungan hidup kita membuangnya pada tempat sampah.
Marilah mulai sekarang kita mulai mencintai lingkungan hidup dimana kita tinggal. Semoga dengan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup membuat lingkungan kita menjadi lebih baik dari sekarang. Sekian dan terimakasih.

Biografi Paus Yohanes Paulus II

Karol Józef Wojtył lahir pada 18 Mei 1920 di Wadowice, Polandia Selatan, sebagai seorang anak opsirTentara Kekaisaran Habsburg Austria,Karol Wojtyła. Pada 1941, Karol sudah kehilangan ibu, ayah, dankakak lelakinya. Masa kecilnya terpengaruh kontak intensif dengan komunitas Yahudi di Kraków, yang berkembang dan pengalaman buruk pendudukan Nazi. Semasa itu Karol bekerja di tambang batu danpabrik kimia. Pada masa mudanya, Karol adalah seorang olahragawan, pemain sepakbola, pemain danpenulis sandiwara, dan menguasai bermacam-macam bahasa. Ketika menjabat di kemudian hari, yang bahasadikuasainya secara fasih adalah: Bahasa Polandia, Slovakia, Rusia, Italia, Perancis, Spanyol, Portugis, Jerman, Inggris, dan bahasa latin gerejawi.
Karol Wojtyła ditahbiskan sebagai pastor pada 1 November 1946. Karol kala itu mengajar ilmu etika di Universitas Jagiellonian, Kraków dan kemudian di Universitas Katolik Lublin. Pada 1958, Karol diangkat menjadi uskup pembantu, Uskup Kraków dan empat tahun kemudian meneruskannya menjadi Uskup dengan gelar Vicar Capitular. Pada 30 Desember 1963, Paus Paulus VI mengangkatnya sebagai Uskup Agung Kraków. Sebagai uskup dan uskup agung, Wojtyła ikut serta menghadiri Konsili Vatikan II, dan memberikan kontribusi pada dokumen-dokumen penting Dignitatis Humanae dan Gaudium et Spes.
Pada 1967, Paus Paulus VI mengangkatnya menjadi Kardinal. Agustus 1978, pada wafatnya Paus Paulus VI, Karol menghadiri konklaf Paus yang memilih Albino Luciani, Kardinal Venesia, sebagai Paus Yohanes Paulus I. Pada Oktober 1978 Wojtyła kembali ke Vatikan untuk menghadiri konklaf kedua dalam waktu kurang dari dua bulan.
Pada usia 58 tahun, 16 Oktober 1978, Wojtyła meneruskan tahta Paus Yohanes Paulus I. Ia paus pertama dari Polandia. Karol menjadi pemimpin Gereja Katolik Roma yang paling dominan dalam abad ke-20, melebihi Paus Paulus VI dalam perjalannya dan menurut beberapa orang melampaui kemampuan intelektual Paus Pius XII dan kharisma Paus Yohanes XXIII.
Yohanes Paulus II menyederhanakan jabatannya. Memilih untuk menyebut dirinya dengan kata "saya", upacara pentahbisan yang sederhana, tiara paus juga tidak pernah dipakai selama menjabat. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi gelar servus servorum dei (pelayan para pelayan Ilahi).
Dia telah melakukan lawatan ke luar negeri lebih dari 100 kali dan menarik perhatian masyarakat luas. Selain itu, masa tugasnya sebagai Paus adalah yang ketiga terlama dalam sejarah, setelah Paus Pius IX dan Santo Petrus. Dia memerangi komunisme, kapitalisme yang tak terkendali, dan penindasan politik. Dia dengan tegas melawan aborsi dan membela pendekatan Gereja Katolik Roma yang lebih tradisional terhadap seksualitas manusia.
Pada 13 Mei 1981, Yohanes Paulus II hampir tewas ditembak oleh Mehmet Ali Ağca, ekstremis Turki, kala masuk Lapangan Santo Petrus untuk bertemu umat. Ağca akhirnya dihukum penjara seumur hidup. Pada 27 Desember 1983, Paus menjenguknya di penjara. Paus telah memaafkannya dan menganggapnya sebagai sahabat.
Sang Paus telah didiagnosa dengan penyakit parkinson sejak tahun 2001. Pada 31 Maret 2005, Paus terkena demam tinggi yang disebabkan infeksi pada saluran uriner namun tidak dibawa ke rumah sakit di Roma, karena keinginannya untuk meninggal di Vatikan. Pada hari yang sama, dia diberikan sakramen perminyakan oleh Gereja Katolik Roma, pertama kalinya sejak percobaan pembunuhan terhadapnya oleh Mehmet Ali Ağca.
Keadaannya semakin memburuk hingga akhirnya dia meninggal pada 2 April 2005 pukul 19:37 UTC (02:37 WIB), pada usia 84 tahun. Sri Paus dimakamkan pada 8 April 2005 di Basilika St. Petrus.

perfume, important or not

Perfume to most of people is important. Perfume exists in circle of childrens, teenagers, and adults. Various some variants are available. It is not dificult for us to search some perfumes. But is it really a good thing, if they use perfume in their life??
Perfume in the life of most people is to give a confidence when they socialize to others. After taking a bath, they spray it on to their body to give some pleasant fragrance on their body. So, with the perfume they will feel more confident.
Perfume can be the source of attraction. Being fragrant is one way to get closer to others. It will build a positive attraction. It makes us as a person who is well physically performed.
Perfume is one of some materials which contains the CFC. CFC is particle that change the ozon into oxygen. If there is no ozon layer, the UV will directly goes onto the earth. This  creates global warming. One molecule from our perfume can omit about 100.000 molecules of ozon in the atmosphere and it stays there until the next 50-100 years.
Perfume can make air pollution. If we use perfume extremely it will make suffocated,pain, and nauseated people who smell it.

Perfume  gives some positive impacts, give confidence from the fragrance.Perfume also gives some negative impacts to the environment, use of perfume means the continuous use of CFC which later messes with the ozon.

It’s better if using perfume is controled. Too much perfume is not also something pleasant. To decrease bad smell in our body, you can use some naturall materials, control your diet, and manage your daily activities.

resensi film hachiko

 
Identification
Title            : Hachiko “A Dog’s Story”
Genre          : drama
Director      : Lasse Hallstrom
Producers    : Vicki Shigekuni Wong, Bill Johnson, Richard Gere
Actors         : Richard Gere, Joan Allen, Sarah Roemer,Cary-Hiroyuki Tagawa, Erick Avari, Robbie Collier-Sublett, davenia McFaden, Jason Alexander
Production  :Inferno Production


Orientation
Parker (Richard Gere) found Hachi on the way home after working. He decides to take it home but his wife, Cate (Joan Allen), refuses his idea of looking after the poor dog. After a long way of finding Hachi’s adopter, Parker finally finds nothing. Cate finally agrees to look after the dog after she sees how both take care of each other well.
Every day Hachi sees his master off and wait for his coming at a station. More people now know the dog. One day, as usual it is waiting for his master’s coming but he never appears. Parker, in fact, dies at his place of working without Hachi’s knowing about that.
There comes a day when Hachi finally has to move with Parker’s daughter, Andy (Sarah Roemer), to a new place. Hachi is always trying to run away to the station and wait for Parker’s coming. It happens all the time. Andy finally let it go. Relying his life on people’s pity at the station, Hachi’s nine-years waiting is eventually paid by its death at the place where it always wait for his master’s coming.

 
Evaluation
I recommend this film to watch because this film is worth watching. We can learn of how dog is really men’s best friend, of how friendship is not merely bounded among human only. This film is based on true story taken place at Tokyo in 1923, where now you can still Hachi’s memorial statue at Shibuya station as a commemoration of this dog’s faith, devotion, and undying love.