Ku merindukan Eden yang hilang
Dalam dunia yang penuh duka
Seulas senyum, sulit ku dapatkan
Kasih amatlah, langka ku temukan
Sepenggal syair lagu yang dinyayikan oleh Katty menggambarkan keadaan dunia saat ini. Memang, saat ini dunia sedang gawat, penuh dengan dosa. Keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan sulit untuk dicari.
Ketidakadilan yang dapat kita lihat berupa adanya peradilan yang tidak adil. Sesuatu yang benar menjadi terlihat salah, dan yang salah menjadi terlihat benar.
Ketidakdamaian yaitu demo terjadi disana-sini, perang pun berkecamuk, memakan banyak korban jiwa.
Ketidaksejahteraan yaitu banyak masyarakat kecil yang tidak dapat menikmati kesejahteraan karena adanya KKN, struktur kemasyarakatan yang egois.
Kita sebagai orang muda hendaknya tidak patah semangat dengan kondisi yang seperti ini. Malah kita harus terus berupaya untuk mengubah dunia ini menjadi lebih baik, menciptakan dunia yang damai dan sejahtera.
Memang banyak kendala yang akan kita hadapi untuk menciptakan dunia yang damai dan sejahtera. Seperti kata mutiara Be. Faustina “Tiap kesempurnaan berbeda sedikit, karena soal-soal kecil. Tak pernah dapat dibangun istana yang mewah, kalau kita membuang batu-batu yang kecil. Dari beberapa jiwa Tuhan minta kesempurnaan yang lebih besar. Karena itu Ia memberi kepada jiwa itu pengertian yang lebih tajam akan kekuarangan (I, 52)” kita bisa memulainya dari diri kita sendiri.
Kita memperlakukan orang lain dengan penuh kasih sekalipun ia adalah musuh kita. Seperti hukum kasih yang telah diajarkan oleh Yesus “Kasihilah sesamamu manusia seperti kau mengasihi dirimu sendiri”. Begitu pula seperti kata mutiara Be. Faustina “Yesus: “Cintailah semua orang demi cintamu kepadaKu. Biarpun orang itu adalah musuhmu yang paling besar. Dengan demikian hatimu akan memantulkan KerahimanKu dengan seluruh kepenuhannya!” (VI, 69)”
Dengan kasih kepada sesama, dunia tidak akan penuh dengan kebencian dan dendam. Menurut buku harian Be. Faustina “Karya Tuhan yang benar selalu saja mendapat halangan dan selalu ditandai dengan penderitaan. Kalau Tuhan merencanakan sesuatu, Ia akan melaksanakanNya pada waktu tertentu, biarpun ada banyak rintangan” Mungkin memang sulit dan banyak rintangan. Namun percayalah dengan menanamkan budaya kasih, kita bisa menciptakan suatu kedamaian dan kesejahteraan di dunia ini karena kita bekerjasama dengan Tuhan.
Maka dari itu dengan cara kita mengamalkan hukum kasih dan semangat mengampuni kita pasti bisa menciptakan dunia menjadi damai dan sejahtera.
Tuhan bentuklah aku anakMu
Menjadi garam dan terang dunia
Mengganti sedih dengan senyuman
Membagi kasih untuk sesama
Apakah kita mau bekerja bersama Tuhan, dibentuk Tuhan untuk menjadi garam dan terang dunia dalam berbuat kasih untuk menciptakan dunia damai dan sejahtera? Semua berawal dari diri kita sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar