corat-coret (yesa-jeje.blogspot.com)

Rabu, 25 Januari 2012

Biografi Paus Yohanes Paulus II

Karol Józef Wojtył lahir pada 18 Mei 1920 di Wadowice, Polandia Selatan, sebagai seorang anak opsirTentara Kekaisaran Habsburg Austria,Karol Wojtyła. Pada 1941, Karol sudah kehilangan ibu, ayah, dankakak lelakinya. Masa kecilnya terpengaruh kontak intensif dengan komunitas Yahudi di Kraków, yang berkembang dan pengalaman buruk pendudukan Nazi. Semasa itu Karol bekerja di tambang batu danpabrik kimia. Pada masa mudanya, Karol adalah seorang olahragawan, pemain sepakbola, pemain danpenulis sandiwara, dan menguasai bermacam-macam bahasa. Ketika menjabat di kemudian hari, yang bahasadikuasainya secara fasih adalah: Bahasa Polandia, Slovakia, Rusia, Italia, Perancis, Spanyol, Portugis, Jerman, Inggris, dan bahasa latin gerejawi.
Karol Wojtyła ditahbiskan sebagai pastor pada 1 November 1946. Karol kala itu mengajar ilmu etika di Universitas Jagiellonian, Kraków dan kemudian di Universitas Katolik Lublin. Pada 1958, Karol diangkat menjadi uskup pembantu, Uskup Kraków dan empat tahun kemudian meneruskannya menjadi Uskup dengan gelar Vicar Capitular. Pada 30 Desember 1963, Paus Paulus VI mengangkatnya sebagai Uskup Agung Kraków. Sebagai uskup dan uskup agung, Wojtyła ikut serta menghadiri Konsili Vatikan II, dan memberikan kontribusi pada dokumen-dokumen penting Dignitatis Humanae dan Gaudium et Spes.
Pada 1967, Paus Paulus VI mengangkatnya menjadi Kardinal. Agustus 1978, pada wafatnya Paus Paulus VI, Karol menghadiri konklaf Paus yang memilih Albino Luciani, Kardinal Venesia, sebagai Paus Yohanes Paulus I. Pada Oktober 1978 Wojtyła kembali ke Vatikan untuk menghadiri konklaf kedua dalam waktu kurang dari dua bulan.
Pada usia 58 tahun, 16 Oktober 1978, Wojtyła meneruskan tahta Paus Yohanes Paulus I. Ia paus pertama dari Polandia. Karol menjadi pemimpin Gereja Katolik Roma yang paling dominan dalam abad ke-20, melebihi Paus Paulus VI dalam perjalannya dan menurut beberapa orang melampaui kemampuan intelektual Paus Pius XII dan kharisma Paus Yohanes XXIII.
Yohanes Paulus II menyederhanakan jabatannya. Memilih untuk menyebut dirinya dengan kata "saya", upacara pentahbisan yang sederhana, tiara paus juga tidak pernah dipakai selama menjabat. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi gelar servus servorum dei (pelayan para pelayan Ilahi).
Dia telah melakukan lawatan ke luar negeri lebih dari 100 kali dan menarik perhatian masyarakat luas. Selain itu, masa tugasnya sebagai Paus adalah yang ketiga terlama dalam sejarah, setelah Paus Pius IX dan Santo Petrus. Dia memerangi komunisme, kapitalisme yang tak terkendali, dan penindasan politik. Dia dengan tegas melawan aborsi dan membela pendekatan Gereja Katolik Roma yang lebih tradisional terhadap seksualitas manusia.
Pada 13 Mei 1981, Yohanes Paulus II hampir tewas ditembak oleh Mehmet Ali Ağca, ekstremis Turki, kala masuk Lapangan Santo Petrus untuk bertemu umat. Ağca akhirnya dihukum penjara seumur hidup. Pada 27 Desember 1983, Paus menjenguknya di penjara. Paus telah memaafkannya dan menganggapnya sebagai sahabat.
Sang Paus telah didiagnosa dengan penyakit parkinson sejak tahun 2001. Pada 31 Maret 2005, Paus terkena demam tinggi yang disebabkan infeksi pada saluran uriner namun tidak dibawa ke rumah sakit di Roma, karena keinginannya untuk meninggal di Vatikan. Pada hari yang sama, dia diberikan sakramen perminyakan oleh Gereja Katolik Roma, pertama kalinya sejak percobaan pembunuhan terhadapnya oleh Mehmet Ali Ağca.
Keadaannya semakin memburuk hingga akhirnya dia meninggal pada 2 April 2005 pukul 19:37 UTC (02:37 WIB), pada usia 84 tahun. Sri Paus dimakamkan pada 8 April 2005 di Basilika St. Petrus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar